Freitag, Mai 08, 2009

Istighfar


Kita sering mendengar dan membaca kata istighfar. Di mana2 dan kapan saja. Namun perlu kita akui, kadangkala kita (khususnya saya pribadi) lalai mendalami maknanya. Oke, mumpung hari ini hari Jum’at (hari berkumpul/reuni buat orang2 beriman) dan berweton Legi (memiliki karakter ”manis” dan ”cantik” menurut filosofi Jawa, ehueheheh), ada baiknya hari ini kita kupas makna istighfar sedikit lebih dalam lagi. Yuk dikupas yuk...

***
Bismillahirrahmanirrahim.

Istighfar berasal dari verb infnitiv (fi’il madhi) ”gha-fa-ra” yang artinya antara lain ”telah melindungi”, ”telah mengampuni”, atau ”telah memaafkan”. Istighfar sendiri berarti ”(aktivitas) memohon perlindungan”. Makanya lafadz istighfar antara lain: ”astaghfirullah al-’adzhim” (artinya: saya memohon perlindungan dan ampunan dari Allah yang Mahaagung), atau ”rabbighfirli” (artinya: Tuhanku, ampunilah aku), atau ”rabbanaghfirlana” (artinya: Ya Tuhan kami, ampunilah kami), dan lafadz2 yang senada dengan itu.

Sangat tipis bedanya dengan ta’awudz, meskipun artinya sama2 merujuk ke aktivitas ”memohon perlindungan”. Ta’awudz lebih mengarah kepada upaya pre-emptive alias jaga2. Lafadz ta’awudz yang setiap hari kita baca: ”A’udzu billahi min as-syaithani r-rajim” adalah upaya jaga2 kita untuk selalu aman dari gangguan setan yang dirajam dengan cara mencari perlindungan kepada Allah.

Nah, di lain fihak, istighfar adalah upaya untuk menangkis atau menambal efek buruk dari perbuatan jelek/dosa/maksiat kita dengan cara memohon kepada Allah untuk melindungi dan mengampuni kita. Makanya ketika kita berbuat salah, tak peduli kepada siapa, kita dianjurkan untuk cepat2 beristighfar agar kita dihindarkan dari efek buruk dari perbuatan salah kita tersebut (misalnya: murka Allah, marahnya orang tua, sakitnya perasaan orang lain, dst.). Dengan berucap istighfar, kita mengakui kesalahan kita sekaligus memohon pertolongan kepada Allah agar kesalahan tersebut tidak berdampak negatif, serta agar dosa2 buah kesalahan kita dibilas oleh Allah yang Mahapengampun. Makanya, istighfar amat erat kaitannya dengan taubat, saudaraku.

Eum, lafadz2 istighfar yang umum dan sering dibaca makhluk Allah bisa dilihat di sini.

***
Dari satu definisi ke definisi yang lain. Tanpa definisi yang baik, sulit bagi akal kita yang terbatas ini untuk memahami sesuatu dengan lebih baik, bukan?

Lalu apa sih arti taubat itu? Taubat artinya kembali berpasrah kepada Allah setelah sebelumnya alpa dan khilaf. Pa-srah bukan suaminya Bu-srah. Makanya seseorang yang ditimpa musibah kemudian bertaubat biasanya lantas disebut orang yang tabah. Orang yang tabah itu biasanya ”well-grounded” alias membumi. Mo ada susah mo ada seneng, pembawaannya selalu ceria dan ndak nyusahin orang lain. Kesusahan dan kekotoran hatinya tidak nampak lagi karena telah dibilas bersih2 oleh Allah. Kejahilan otak dan perbuatannya tidak nampak lagi karena telah ditambal oleh Allah yang Mahapenyayang. Kenapa? Karena Allah telah berjanji: ”... sesungguhnya Allah mencintai orang2 yang bertaubat dan mensucikan dirinya” (QS al-Baqarah: 222).

Semoga Allah menerima segala istighfar, ta’awudz, dan taubat kita, serta mencatat kita semua di dalam golongan orang2 yang tabah, ikhlas, dan selamat di dunia dan akhirat. Amin.

---------------------
Holy Sam,
Muelheim an der Ruhr,
08.05.2009, 12.45 CET

Keine Kommentare: